Indonesia Target Jadi Nomor Satu Ekonomi Halal Dunia pada 2029

  • Whatsapp

INDOVIBE – Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia melalui Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah di Jakarta pada 13 Agustus 2025. Kegiatan ini dipimpin Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai bagian refleksi Hari Kemerdekaan RI dan sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.

Pada kuartal pertama 2025, aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp9.529 triliun. Pertumbuhan ini meliputi perbankan syariah, pasar modal syariah, dan asuransi syariah, dengan kontribusi besar dari Bank Syariah Indonesia. Indonesia saat ini berada di peringkat kelima dunia dalam industri makanan halal dan menargetkan posisi pertama pada 2029.

Perry Warjiyo mengatakan bahwa pemberdayaan pondok pesantren menjadi salah satu strategi utama.

“Pondok-pondok pesantren kita sudah menjadi pusat-pusat bisnis ekonomi syariah,” kata Perry pada Selasa (13/8).

BI telah memfasilitasi sertifikasi halal bagi 267 pelaku usaha di Kalimantan Timur sejak 2023.

Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara BI dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 6 Agustus 2025. Kerja sama tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah.

“Kerja sama antara BI dan PP Muhammadiyah dalam pengembangan eksyar tidak semata hanya program, namun juga berperan menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Selain itu, BI berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan melalui Gerakan Ekonomi Syariah Rakyat (GERAK Syariah) 2025 untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah. Target literasi nasional sektor ini adalah 50 persen pada akhir 2025, dari sekitar 40 persen saat ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan peran penting kebijakan fiskal dalam pencapaian target ini.

“Kebijakan fiskal memegang peranan strategis dalam mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia,” ujar Sri Mulyani.

Serangkaian acara pendukung turut digelar, termasuk Road to Festival Ekonomi Syariah 2025 dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Oktober 2025.

Pos terkait